Sanggar ini juga aktif dalam berbagai acara eksternal, seperti perayaan kemerdekaan, acara kecamatan, dan acara di Toba Daganak Institute, menunjukkan eksistensinya di berbagai platform.
Dasri menambahkan bahwa sanggar ini terbuka untuk umum, khususnya bagi remaja dari 14 desa di lingkar tambang. Saat ini, sanggar memiliki lebih dari 300 anggota yang terbagi dalam empat kelas: pemula, menengah, mahir, dan advance, di mana kelas advance dipersiapkan khusus untuk mengikuti berbagai event dan lomba.
Baca Juga:
Dituding Menjadi Salah Satu Penyebab Banjir Bandang Garoga, Ini Jawaban Berkelas PT Agincourt Resources
"Peran PTAR sangat besar dalam mendukung kegiatan sanggar kami. Mereka memberikan dukungan penuh, mulai dari gedung, trainer, fasilitas, hingga perlengkapan," ungkap Dasri.
Dalam setiap penampilannya, Sanggar Tari Sopo Daganak selalu menampilkan tarian nusantara yang beragam, mulai dari Sumatera, Surabaya, hingga Papua.
Baca Juga:
Inovatif di PPM Kontributif di PNBP, Tambang Emas Martabe Raih 2 Penghargaan Subroto 2025
Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Indonesia kepada generasi muda.
"Kami berharap, dengan adanya sanggar ini, para remaja di lingkar tambang dapat mengembangkan potensi diri, melestarikan budaya, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas," pungkas Dasri.
Fitri Norma Sari Hasibuan, salah satu anggota sanggar, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih percaya diri untuk tampil di depan umum setelah bergabung dengan Sanggar Tari Sopo Daganak.