Sementara itu, Pembina Yayasan Caritas Indonesia, Mgr Aloysius Sudarso mengungkapkan, Uskup-uskup Indonesia juga ingin berpartisipasi kemanusiaan.
"Hati kami tergerak, kita itu disatukan dalam kemanusiaan mau dari agama apa, suku apa, semua di sini terdampak banjir yang patut dibantu," tegasnya.
Baca Juga:
Gelar Musrenbang RKPD, Bupati Tapteng: Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh
Sedangkan Direktur Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, Romo Walter Manurung menjelaskan, kedatangan Caritas Indonesia dalam rangka meyampaikan progres pelaksanaan telah dilaksanakan oleh Tim Caritas Sibolga bersama dengan Caritas Indonesia, yang terlibat aktif respon dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Tengah.
"Caritas Indonesia bersama dengan Keuskupan Sibolga dan pihak pemerintah, selama ini menjalin komunikasi dan relasi dan koordinasi yang baik,"
Dituturkan, pencapaian Program EA 23/2025 (Emergency Appeal 2023-2025) Caritas Indonesia, distribusi peralatan dapur 1.000 paket, distribusi paket pangan 1.000 paket, distribusi shelter kit 500 paket (kajian penerima manfaat).
Baca Juga:
Intensif Kunjungi Tapteng, Ini Alasan Bobby Nasution
selain itu, distribusi hygine kit 500 paket (kajian penerima manfaat), pembangunan sumber air bersih dari 7 titik dari 20 yang direncanakan, pembangunan toilet komunal di 3 titik dari 20 yang direncanakan.
Kemudian, layanan kesehatan 140 orang, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) 19 unit dari 152 unit yang direncanakan retrofitting direncanakan 100 unit, promosi kesehatan di 3 desa dukungan psikososial, serta pemulihan mata pencaharian.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]