Diketahui, Caritas Indonesia tidak hanya membangun Huntap di Desa Lubuk Ampolu, tetapi juga di wilayah Pasaribu Tobing dan Tukka.
Sementara itu Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, dalam pemberkatannya mendoakan agar seluruh proses pembangunan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbiran Iduladha 1437 H
“Semoga apa yang kita harapkan dan cita-citakan bersama dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Mgr Fransiskus.
Sementara itu, Direktur Program EA 23/2025 Sibolga Pastor Walter Manurung, menjelaskan bahwa program itu merupakan bukti nyata bahwa gereja dan pemerintah terus bergerak mendampingi korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.
“Pembangunan 36 unit hunian tetap di lokasi ini adalah bukti koordinasi yang solid antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita terus menjunjung tinggi semangat kemanusiaan demi melayani masyarakat yang membutuhkan,” jelas Pastor Walter.
Baca Juga:
Bupati Tapteng: Pemprov Sumut Gelontorkan 9 Miliar Pembangunan Jalan Batas Tapteng Taput
Adrianus Laoly salah seorang perwakilan penerima manfaat menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, dan jajaran Pemkab Tapteng.
“Ini adalah kerinduan besar kami. Terima kasih atas rumah yang diberikan. Terima kasih kepada pemerintah yang terus mendampingi kami sejak masa-masa sulit pascabencana,” katanya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]