Desa Sitio Tio Ilir adalah salah satu desa target yang berada di lingkar konservasi mangrove binaan PT Agincourt Resources (PTAR).
Selain Desa Sitio Tio Ilir, ada empat desa dan kelurahan lain yang berada di lingkar konservasi, yaitu Desa Garut, Kelurahan Kalangan, dan Kelurahan Kalangan Indah.
Baca Juga:
Pulihkan Daerah Banjir Sumatra, UNTR Kerahkan Bantuan Alat Berat
Tim pelaksana program Ecobrick menjadwalkan kunjungan rutin setiap minggu ke desa-desa dan kelurahan untuk menyerap Ecobrick.
Standar Ecobrick yang ditetapkan meliputi berat minimal 200 gram, menggunakan botol dengan merek yang sama (Aqua, Arsi, atau Madani), serta bahan plastik yang kering dan bersih.
Ecobrick terkumpul akan dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bangunan, seperti batu bata, serta dapat diolah menjadi kursi, meja, gapura, dan berbagai macam produk lainnya.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Ikuti Rapurna TMMD ke-46 TA 2025 Secara Virtual
Program ini bertujuan untuk mengajarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan menyimpannya dan mengolahnya menjadi barang yang bernilai ekonomi.
Setiap botol Ecobrick dihargai Rp6.000 dengan berat minimal 200 gram.
Total target penyerapan adalah 10.000 botol, yang dibagi ke dalam tiga kawasan: Kecamatan Batang Toru (6.000 botol), lingkar konservasi mangrove (2.000 botol), dan masyarakat sekitar Bank Sampah Yamantab (2.000 botol).