Selain itu, FABA juga direncanakan digunakan sebagai lapisan dasar (subbase) pada pembangunan dan perbaikan jalan, sekaligus untuk normalisasi serta perbaikan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah.
Pemanfaatan ini sangat relevan untuk mendukung percepatan pemulihan dan pengembangan infrastruktur pasca bencana banjir dan tanah longsor yang pernah melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut, sekaligus mengedepankan prinsip ekonomi sirkular.
Baca Juga:
PLN Indonesia Power Jaga Terang dan Beri Harapan di Tengah Banjir Sumatera Utara
"Melalui kerja sama ini, kami berharap FABA yang dihasilkan PLTU Labuhan Angin tidak hanya dikelola dengan baik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Hendri Aman Purba.
Baca Juga:
PLN IP UBP Labuhan Angin Gelar "Healthy Talk": Waspada Gejala Influenza Tipe A
Sementara itu, Bupati Masinton Pasaribu menyambut baik dan mengapresiasi peran aktif PLN Indonesia Power.
Menurutnya, pemanfaatan FABA menjadi solusi inovatif yang menyediakan material konstruksi efisien dan ramah lingkungan.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, kedua pihak berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan serta pemulihan wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah.