"Sembari memperkenalkan dunia jurnalistik, kita menggali bakat menulis di kalangan santri dan santriwati," kata Dzulfadli.
Pria yang pernah menjuarai karya tulis jurnalistik ini menegaskan pentingnya regenerasi jurnalis, khususnya dari kalangan santri dan santriwati.
Baca Juga:
Membangun Pendidikan Kontekstual di Kabupaten Lanny Jaya
Sementara itu, Deny Siahaan, yang merupakan Kabid Pemberitaan RRI Sibolga, menyampaikan materi teknik menulis berita, pengambilan foto jurnalistik, dan tata bahasa.
Diharapkan melalui pelatihan ini, santri dan santriwati tidak hanya mampu menulis dengan baik, tetapi juga terlatih menjadi insan pers yang kritis, objektif, dan penuh tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]