"Kita hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengungsi," imbuhnya.
Iptu Totok menambahkan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada pengungsi untuk selalu berhati-hati saat melintasi sungai, dan waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi kurun waktu belakangan ini.
Baca Juga:
Tukang Pijat Refleksi Ditemukan Tewas di Kamarnya, Ada Luka di Kepala
Sebagaimana diketahui, cuaca ekstrim yang terjadi pada tanggal 16 Februari 2026 lalu, memaksa warga Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kembali mengungsi ke Desa Muara Sibuntuon, yang merupakan desa terdekat.
Ratusan warga mengungsi dengan berjalan kaki, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak diantara warga yang mengungsi merupakan anak-anak.
Baca Juga:
Banjir Bandang Terjang Kampung Toweren, Sawah Tertutup Kayu dan Lumpur
Pasca banjir, warga berniat kembali ke desa Sibiobio, dengan menyeberangi Sungai Sibuntuon. Langkah ini merupakan satu-satunya cara untuk kembali ke desa, karena jembatan di wilayah tersebut hanyut imbas banjir bandang yang terjadi akhir November 2025 silam.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]