"Termasuk bantuan sembako seperti beras, mie instan, kami salurkan bahkan antar langsung ke rumah masing-masing. Jika warga bersangkutan tidak ada di rumah, kami titipkan kepada Kepala Dusun untuk diberikan kemudian hari," jelasnya.
Mengenai bantuan DTH, ia menyatakan bahwa pihak desa tidak berwenang untuk menyebutkan nilai nominal maupun jadwal pencairan.
Baca Juga:
28 KPM Aek Horsik Terima BLT Tahap Akhir 2025, Dorong Pemulihan Pasca Banjir
"Kami tidak pernah menyampaikan berapa besar bantuan untuk setiap kategori kerusakan, dan juga tidak mengetahui kapan dana tersebut akan dicairkan. Oleh karena itu, kami tidak berani memberikan janji apapun terkait hal ini," tegasnya.
Pernyataan di Media Sosial Dinilai Keliru Akibat Miskomunikasi
Menanggapi video permintaan dan keluhan warga yang muncul di akun media sosial pada Sabtu lalu, Kepala Desa Gunung Kulambu Sudarma menjelaskan bahwa pernyataan yang menyebutkan beberapa warga tidak pernah menerima bantuan adalah keliru dan kurang tepat.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Kunjungi Pengungsian Kebun Pisang, Negara Hadir untuk Warga Terdampak Banjir
"Warga yang muncul dalam video tersebut juga telah menerima bantuan sembako berupa beras dan mie instan dari desa. Ia memang merasa kecewa karena proses pendataan yang dirasa lambat, dan menyampaikan bahwa belum menerima bantuan seperti kompor, kuali, atau uang tunai. Padahal, bantuan jenis tersebut belum juga diterima oleh desa untuk didistribusikan," ujar Sudarma.
Menurutnya, warga bersangkutan sendiri telah mengakui sebagai penerima bantuan beras yang dibagikan desa.
"Ini merupakan kasus miskomunikasi semata. Seluruh bantuan yang diterima desa telah disalurkan sesuai data yang ada. Permintaan terkait kebutuhan dapur yang rusak sebenarnya lebih tepat untuk disampaikan sebagai bentuk harapan kepada pemerintah tingkat yang lebih tinggi," tambahnya.