Sektor kebersihan lingkungan sekolah mendapat perhatian khusus dari Bupati, yang menargetkan seluruh sekolah menjadi bersih, hijau, sehat, dan nyaman dalam 100 hari ke depan.
Terlebih sebagai daerah rawan bencana, anak-anak sejak dini harus dikenalkan pada pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. Kebersihan seluruh fasilitas, termasuk toilet sekolah, dinilai mencerminkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah tersebut.
Baca Juga:
Gali Potensi Ekonomi Biru, Bupati Tapteng Dorong Sinergi Strategis Bersama STPK Matauli
Untuk mendorong budaya bersih ini, Pemkab Tapteng akan mengadakan lomba sekolah bersih dengan berbagai penghargaan menarik.
Bupati juga mengajak pihak sekolah memperbanyak penghijauan lewat penanaman pohon dan pembuatan taman. Gerakan ini diharapkan melibatkan kolaborasi aktif dari guru, peserta didik, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar.
Terkait aspek tata kelola keuangan, Bupati memberikan peringatan keras agar tidak ada penyalahgunaan wewenang maupun praktik pungutan liar.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Diharapkan Jadi Penggerak Giat Keagamaan
Segala bentuk pemotongan anggaran atau pungutan yang mengatasnamakan kepala daerah atau pejabat dipastikan sudah berakhir. Para kepala sekolah diminta menjadi pemimpin yang tulus melayani, ramah, terbuka, serta mampu memberikan energi positif.
Secara khusus, Bupati menginstruksikan agar Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola secara otonom, transparan, dan bertanggung jawab. Dana tersebut harus sepenuhnya dialokasikan untuk merawat fasilitas sekolah, menjaga kebersihan, serta melengkapi sarana belajar siswa.
Masinton Pasaribu berkomitmen untuk menghentikan praktik pemotongan Dana BOS yang kerap menghambat pembangunan fisik sekolah.