Masinton menjelaskan, sebagai pusat peradaban masuknya agama islam di nusantara, Presiden RI telah meresmikan titik nol islam nusantara di Barus, pada tahun 2017 lalu.
Selain itu, ditemukan juga peninggalan sejarah seperti, situs Bongal, situs Lobutua, makam Papan Tinggi, makam Mahligai, dan sumur Nommensen.
Baca Juga:
PAPBD Tapteng 2025 Berpotensi Perkada
"Semua ini harus kita eksplor agar masyarakat luas bisa mengetahui pentingnya sebuah bangsa berangkat dari sejarahnya. Kita harap dibantu teman-teman dari RRI Sibolga," harapnya.
Masinton memastikan, dalam kegiatan Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Tengah yang ke 80 Tahun 2025, pihaknya akan bekerjasama dengan RRI Sibolga untuk mengenalkan sejarah, pariwisata, dan kuliner Tapteng.
"Dengan keberagaman suku, agama dan ras, masyarakat Tapteng hidup saling berdampingan dan menjunjung tinggi nilia-nilai toleransi," tegasnya.
Baca Juga:
Terima Kunjungan Peneliti Sultanate Institute, Bupati Tapteng Dihadiahi Parfum dan Buku Hasil Penelitian
Kepala LPP RRI Sibolga, Yanni Peter Latuheru, mengapresiasi sambutan Bupati Tapanuli Tengah.
"Kedatangan kami untuk bersilaturahmi dan bersinergi dengan Pemkab Tapteng, dan juga dapat bekerja sama menyebarluaskan informasi tentang Kabupaten Tapanuli Tengah," ucapnya.
Pertemuan turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dedi Irama Gulo, Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik dan Informasi Jonni Sihite, Ketua Tim Siaran Pemberitaan RRI Sibolga Denni Siahaan, dan Ketua Tim Ipu Pranata Humas RRI Rosmawan Hutabarat.