TAPTENG.WAHANANEWS.CO - SIBABANGUN
Keresahan yang sempat menyelimuti warga Dusun 2 dan Dusun 3, Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya terjawab.
Jejak kaki hewan buas yang ditemukan di sekitar perkebunan mereka dan awalnya diduga harimau, kini dipastikan adalah jejak Tapir ( Tapirus indicus ), satwa dilindungi yang populasinya kian terancam.
Baca Juga:
Muhammadiyah Sibabangun Gelar Salat Iduladha, Khatib Sampaikan Pesan Ketaqwaan Hingga Soroti Pelaksanaan MTQ
Penemuan jejak misterius ini sempat menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat setempat.
Namun, respons cepat dari pihak berwenang dan lembaga konservasi berhasil meredakan ketegangan. Pada Kamis, 2 Oktober 2025, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi mendalam.
Baca Juga:
Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Seribuan Jamaah Padati Halaman dan Gedung SMP Muhammadiyah Sibabangun
Tim investigasi ini tidak sendiri. Mereka didampingi langsung oleh Kapolsek Sibabangun, perwakilan perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat, menunjukkan keseriusan dalam menangani laporan warga.
Setelah melakukan penelusuran cermat di area perkebunan dan analisis karakteristik jejak, tim akhirnya mencapai kesimpulan yang melegakan.