"Kita tinggalkan budaya lama. Kalau dulu ada anggapan 'kalau bisa diperlambat mengapa dipercepat', sekarang justru harus sebaliknya. Kita harus proaktif, memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan profesional," katanya.
Bupati mengajak seluruh ASN menghidupkan kembali nilai kearifan lokal Sahata Saoloan sebagai semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Pemkab Tapteng akan mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan publik yang berlandaskan nilai tersebut, melalui kompetisi antar-OPD dengan pemberian penghargaan bagi inovasi terbaik.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Tahun 2025
Bupati juga menekankan pentingnya tertib administrasi di seluruh perangkat daerah. Menurutnya, di era digital seluruh pelaporan dan kinerja pemerintah telah terintegrasi dengan sistem nasional sehingga keterlambatan administrasi akan berdampak langsung terhadap penilaian kinerja pemerintah daerah.
Melalui kegiatan dialog informal tersebut, Pemkab Tapteng berharap terbangun budaya kerja yang lebih terbuka, kolaboratif, produktif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sehingga mampu mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]