Ke depan, dengan peningkatan status jalan, distribusi komoditas utama daerah seperti hasil pertanian, perkebunan, serta minyak nilam, diyakini akan jauh lebih mudah dan bernilai ekonomis tinggi.
Selain sektor ekonomi, terbukanya akses jalan hotmix ini akan memangkas hambatan di sektor pendidikan. Selama ini, anak-anak dari wilayah Hajoran, Taput, harus bertaruh menerobos jalur yang sulit demi bisa bersekolah ke wilayah Sorkam, Tapteng.
Baca Juga:
80 Tahun Indonesia Merdeka, Akhirnya Listrik Menerangi Untemungkur Tapteng
Dalam rangkaian peninjauan tersebut, Bupati juga menyempatkan diri melihat kondisi realisasi jalan dari Desa PO Simargarap menuju Desa Baringin, di Kecamatan Pasaribu Tobing.
Selain fokus pada jalan perbatasan, Bupati Masinton memberikan perhatian serius pada penanganan darurat infrastruktur. Terkait kondisi jalan menuju Desa Sipakpahi yang nyaris putus total akibat bencana longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu, bupati menginstruksikan percepatan perbaikan fisik menggunakan pos anggaran kedaruratan.
"Untuk jalan yang nyaris putus itu, nanti segera dikoordinasikan teknisnya dengan Dinas PU, agar bisa ditangani tahun ini menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Besaran anggarannya saat ini sedang dihitung secara rinci oleh tim teknis PU," kata Masinton.
Baca Juga:
Bantu Pemulihan Bencana, Bupati Tapteng Apresiasi Caritas Indonesia
Menutup rangkaian kunjungan kerjanya, Masinton beserta rombongan bergerak meninjau Jalan Desa Muara Kolang yang amblas menuju kawasan Pantai Muara Nauli.
Di lokasi terakhir, yakni Desa Muara Nauli, Kecamatan Sorkam, Bupati meninjau langsung program ketahanan pangan desa setempat, yang sukses mengembangkan budidaya perikanan darat berupa kolam ikan nila.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemkab Tapteng dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan penguatan ekonomi sektor riil masyarakat.